August 03, 2017

Fear the day when those kind hearts finally give up

From the moment she met him, she knew she was going to fall for him. He looked so innocent and gentle. However the moment he started talking, all those first impressions were shattered. He was so not innocent. He was rude but at the moment she didn’t care. She was enjoying his beautiful eyes, his eyebrows that almost form a line from one corner of the eye to another one.
She was broken when she met him. For a moment, he could make all the pain go away. He told her stories that she didn’t even understand because she’s too busy enjoying his eyes. They got along.

June 10, 2017

Cabut Gigi di RSGM UGM (Part III)

Setelah saya scalling gigi, saya memutuskan untuk kontrol gigi saya yang berlubang itu dengan dokter yang berbeda. Saya pun diperiksa oleh dokter tersebut dan gigi saya ditutuk-tutuk apakah sakit atau tidak, dan sakit, ngilu-nglu gitu. Lalu dokternya bilang "ini giginya bahkan udah berubah warna mbak, dicabut aja gimana?" duuh di situ saya diam sejenak, mikir keras, keras banget. Lalu saya tanya dokternya "apakah ada alternatif lain, Dok?"
"Sebaiknya dicabut, mbak. Kalau ditambal takut giginya malah patah karena tidak kuat dan mbaknya juga harus bolak-balik ke sini untuk kontrol, biayanya tambah mahal"
"kalau dicabut berarti saya ompong dong, Dok" itu pertanyaan terbodoh yang pernah saya lontarkan.
"yaiyalah, mbak" jawab Pak dokter. "Nanti dibuatkan gigi baru"
"Gigi baru berapa ya, Dok?"
"Mau yang murah apa yang mahal?"
"yang murah, Dok"
"Sekitar 500an". shittttttt.
"Yaudah, Dok. Dicabut aja. Sekarang."
"Keputusan yang baik *punggung saya dipukpuk*. Tapi tidak bisa sekarang ya mbak, kalau sekarang sakit. Mbaknya harus minum obat dulu. Nanti sabtu sore datang lagi ke sini." Akhirnya saya memutuskan untuk cabut gigi lalu saya diberi resep dokter. Obat lagi, obat lagi. Ketika saya melihat ada antibiotik di situ, saya geram lol. Saya ga suka banget sama antibiotik karena harus diminum secara teratur dan harus habis dan sebelumnya saya baru menghabiskan antibiotik yang sebelumnya. Ughh life fucked me all over again. Selain antibiotik, ada Mefinal, tapi Mefinal nya tidak saya tebus karena mefinal sisa kemarin masih.
Total biaya yang saya keluarkan waktu itu yaitu biaya pendaftaran pasien lama RP3.000, biaya konsultasi RP40.000, biaya antibiotik RP56.000, jadi totalnya RP99.000.

Hari sabtu yang tidak ditunggu-tunggu pun tiba. Saya pergi ke RSGM pukul 16:00, sendiri, because I'm such an independent lady wadaww. Sendiri karena temen-temen yang lain sibuk. Masuk, seperti biasa, celingak-celinguk bentar lalu menuju resepsionis, membayar biaya pendaftaran RP3.000. Lalu masuk ke ruang tunggu pasien yang kala itu sepi dan dingin. Lalu giliran saya tiba, dag dig dug.
"Gimana, mbak, giginya?"
"Udah ga sakit, Dok."
"Mau tetap dicabut atau ditambal? *loh gimana sih*. Tapi kalau ditambal ya seperti yang saya bilang kemarin."
"Cabut, Dok."
"Okay. Mbaknya sudah bertekad." oh you have no idea, Dok. "Kita mulai ya, Mbak"
Dokter pun mulai mengotak-atik gigi saya. Pertama gigi saya dibersihkan. Lalu disuntik 3kali. That shit hurt as fvck. Saya pun meraung-raung tapi jatuhnya malah seperti mendesah shittttt. 
"Okay tunggu biusnya bekerja dulu ya, Mbak" kata Pak dokter. Lima menit berlalu dan this is it. Dokter pun mulai mencabut gigi saya, kepala saya ditahan oleh dua orang asisten dokter sepertinya. Dan gigi saya dicongkel, that part hurt like a bitch, saya meraung-raung lagi dan air mata mulai keluar tapi ga sampai netes, cuma bersinggah di sudut mata. Kurang dari dua menit, gigi saya sudah tercabut. Lalu gigi saya yang bolong disumpel kapas dan bibir/gusi saya yang kena bius tadi numb/mati rasa *yaiyalah*.
"Sudah ya, mbak. Hindari makan yang panas-panas dulu. Ini saya kasih obat lagi nanti diminum. *oh not again*. Itu biusnya bisa hilang dalam waktu dua jam dan setelah itu baru akan merasakan linu-linu."
Obat yang diberikan dokter adalah antibiotik dan mefinal lagi tapi tidak saya tebus karena yang kemarin masih. Total biaya yang saya keluarkan untuk cabut satu gigi sebesar RP150.000.

Pelajaran yang berharga dari Sakit Gigi the Series ini adalah saya bisa lebih bersyukur akan makanan yang saya makan. Dulu sebelum sakit gigi, saya kurang bersyukur akan makanan yang saya makan karena saya bisa makan ini itu tanpa rasa sakit like I took everything for granted. Pas sakit gigi, makan susah banget, makannya pelan-pelan kaya nenek-nenek, berat badan saya pun turun 2kg. Sekarang, ketika saya makan, saya bahagia dan bersyukur banget karena saya bisa makan tanpa merasakan sakit. They are right about "if there's no pain you wouldn't know how happiness feels like".
Buat kalian yang mau cabut gigi, gausah takut karena pengalaman saya yang menyakitkan lol. Sebelum saya cabut gigi, saya juga bertanya ke teman saya "sakit ga cabut gigi?" dan mereka bilang ga, bahkan tidak kerasa kalau dicabut, makanya saya berani cabut gigi. But somehow, pas saya yang cabut sakit. Mungkin biusnya kurang.
BOTTOM LINE IS LOVE YOUR TEETH. KESEHATAN GIGI ITU PENTING. TEETH ARE HAPPINESS. TEETH ARE LOVE. TEETH ARE LIFE.

Scalling di RSGM UGM (Part II)

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya. Jadi di tulisan sebelumnya saya bilang saya masih harus kontrol, tetapi pada kenyataannya sempet malas banget mau kontrol karena gigi sudah tidak sakit lagi. However, saya mendengar bisikan-bisikan dari sana sini gigi berlubang kalau dibiarkan begitu saja (tidak dicabut atau ditambal permanen) sakitnya bakalan datang lagi dan lagi, ditambal permanen pun nanti sakit lagi.
Terlepas dari perdebatan batin apakah mau kontrol atau tidak, di sela-sela hari perdebatan tersebut, saya mendapat tawaran dari temennya temen yang merupakan mahasiswa koas UGM. Tawaran apakah mau scalling/bersihkan karang gigi sama mahasiswa koas dengan biaya Rp60.000. Saya langsung menjawab "mau mau" pada waktu itu juga.
Beberapa hari kemudian saya dan temen saya ke RSGM UGM. Seperti biasa, kami celingak-celinguk dulu bingung harus ngapain sampai akhirnya mbak mahasiswa koasnya datang menemui kami dan kami langsung dibawa ke lantai 4. Sebelum itu, kami diperiksa dulu tensi dan lain-lainnya. Jangan lupa isi formulir. Waktu itu saya tidak isi formulir karena sudah diisikan sama mbak koasnya.
Setelah kami sampai di lantai 4, kami disuruh nunggu dahulu sementara mbaknya menyiapkan peralatan medis. Waktu itu saya datang berdua sama teman saya. Mbaknya memutuskan untuk mengoperasi teman saya dulu. Akhirnya saya menunggu sendiri sampai ngantuk-ngantuk, sempet muterin RSGMnya juga saking gabutnya, cari kantin karena saya ga puasa dan ga ketemu kantinnya.
Setelah 1,5 jam berlalu, akhirnya giliran saya. Memasuki ruangan scalling rasanya biasa aja, ga seperti memasuki ruang yang di lantai 1, itu serem. Pertama, mbaknya cek-cek gigi saya dulu untuk konsultasi sama dosennya apakah gigi saya ini layak discalling daaan layak. Mulailah mbaknya membersihkan gigi saya. Rasanya biasa aja, cuma kalau pas kena gigi yang berlubang atau gigi bagian depan rasanya agak ngilu-ngilu dikit. 1,5 jam berlalu dan gigi saya sudah beres yayyy. Saya ngaca dan gigi saya kinclong tapi seperti ada rasa yang aneh gitu. Rasanya seperti gigi saya terlalu kinclong dan giginya jadi tipis hehehe.
Setelah itu kami menunggu di luar ruangan scalling, dan mbaknya memberi kami nota dan voilaa hanya Rp60.000 seperti yang saya bilang di atas.

Pesan moral: Rajin-rajinlah scalling gigi. Ga sakit kok.

Part III coming up...

May 26, 2017

Pengalaman di RSGM UGM (Part I)

Helloo..
Setelah sekian lama ga ngeblog, akhirnya dapat waktu buat ngeblog lagi #soksibuk ; ga deng, more like baru dapat bahan buat ngeblog hehe.
Jadi di sini gue mau kesaksian #lol ; berbagi pengalaman tentang gigi..
Jadi gini….*drum roll*

October 29, 2014

Books are life


Hello.. Okay so here's the thing, I'm posting about books I have read, I know no one gives a damn about it but who cares?? I love blogging <3 it's like in my blood haha or maybe I'm obsessed! So I love reading, in this case, novel not literature haha literature who are you joking? okay here we go!

August 10, 2014

My Role Model

Tiba-tiba udah Agustus aja.. -__- time goes by so fast eh! Di bulan ini gue juga bakal menempuh hidup baru (?). Nope, not married! College Life!!!!
So sekarang gue mau ngeshare tentang my role model! My favorite people :3 my inspiration :3 ! Tapi sebelumnya 'Role Model' itu apa sih???
Role Model adalah orang yang kelakuan, lifestyle, kesuksesan, -nya bisa dicontoh oleh orang lain, terutama buat orang yang lebih muda! soooo see the point?? :)
So my role models are :

May 03, 2014

Mean Girls

Hello !! been forever yeah :( UN udah berlalu but this is just the beginning. SBMPTN menanti *tengtengtereng #enoughfelenough
Jadi gue baru dapet inspirasi buat ngeblog saat ini. Gue tadi nonton Mean Girls. Gue berasa old-school banget hari gini baru nonton Mean Girls secara Mean Girls itu popular banget pada zamannya (?). Sebenernya gue udah tau Mean Girls sejak lama tapi gue gak tertarik getooh, soalnya Mean Girls itu mainstream sedangkan gue hipster ermmm. Nah ceritanya beberapa hari yang lalu itu gue nonoton Teens React To Mean Girls di Youtube, nih kalau mau coba nonton juga Click here. Nah dari situ lah gue penasaran dan pada akhirnya gue nonton Mean Girls. Nih kalau lu mau nonton juga click here.
So nowwww yuk kita bahas arti Mean Girls itu sendiri